Beranda › Akhlak › Khutbah Jumat › Khutbah Takwa ›

Khutbah Jumat Takwa Bekal Utama Kehidupan (Teks Lengkap)

Ukuran teks

Khutbah Jumat tentang takwa ini mengingatkan bahwa takwa adalah bekal terbaik untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Takwa bukan sekadar rajin beribadah, tetapi kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita.

Teks khutbah ini mengajak kita memahami makna takwa dan meningkatkannya lewat muhasabah, taubat yang tidak ditunda, dan akhlak yang baik kepada sesama, lengkap dengan dalil Al-Qur'an dan hadits beserta terjemahnya. Cocok dibaca khotib dengan durasi sekitar 8 sampai 9 menit, dan tersedia dalam bentuk PDF.

Kategori: Khutbah Jumat

Tema: Akhlak / Takwa

Durasi: ±8–9 menit

Isi khutbah ini

  • Takwa adalah bekal terbaik
  • Makna takwa yang sebenarnya
  • Kemuliaan diukur dengan takwa
  • Takwa membawa jalan keluar dalam hidup
  • Muhasabah, yaitu menghitung diri sebelum dihitung
  • Tiga langkah memperbaiki diri

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَىٰ خَيْرَ زَادٍ لِعِبَادِهِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah wasiat yang selalu diulang di setiap mimbar Jumat, dan itu pula bekal terbaik yang bisa kita bawa.

Jamaah sekalian, kalau kita akan bepergian jauh, kita pasti menyiapkan bekal. Kita memeriksa kendaraan, membawa uang, dan memastikan perjalanan kita aman.

Padahal kita semua akan menuju kehidupan akhirat, yang jauh lebih lama dari kehidupan di dunia. Sudahkah kita menyiapkan bekalnya?

Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab pertanyaan ini dalam firman-Nya.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Maka bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

(QS. Al-Baqarah ayat 197)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Jamaah sekalian, apa sebenarnya takwa itu? Sebagian ulama menjelaskan takwa dengan empat hal, yaitu takut kepada Allah Yang Maha Agung, beramal dengan apa yang diturunkan-Nya, merasa cukup dengan yang sedikit, dan bersiap menghadapi hari kematian.

Jadi takwa bukan sekadar rajin ke masjid atau fasih berbicara tentang agama. Takwa adalah kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita, lalu kesadaran itu menjaga sikap kita, yaitu dalam ucapan, dalam mencari rezeki, dan dalam bergaul dengan sesama.

Takwa juga tidak diukur dari apa yang tampak di depan orang, tetapi dari apa yang kita lakukan ketika tidak ada yang melihat. Di zaman ini, banyak hal bisa kita lakukan sendirian di depan layar, tanpa ada orang yang tahu. Di situlah takwa diuji.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

(QS. Al-Hujurat ayat 13)

Ukuran kemuliaan bukan harta, jabatan, keturunan, atau banyaknya pengikut. Ukurannya adalah takwa.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Takwa tidak hanya menjadi bekal untuk akhirat. Ia juga membawa kebaikan bagi kehidupan di dunia. Allah berfirman.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka.”

(QS. At-Talaq ayat 2 sampai 3)

Orang yang bertakwa tidak dijanjikan hidup tanpa masalah. Yang dijanjikan adalah jalan keluar. Saat kita kesulitan, Allah memberi kemudahan. Saat kita kekurangan, Allah memberi kecukupan. Maka orang bertakwa tidak mudah putus asa, karena ia yakin ada pertolongan Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Lalu bagaimana cara kita meningkatkan takwa? Caranya adalah dengan sungguh-sungguh memperbaiki diri. Allah memerintahkan hal ini dalam firman-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Hasyr ayat 18)

Perhatikan bahwa kata “bertakwalah” disebut dua kali, dan di antaranya ada perintah untuk memperhatikan apa yang sudah kita siapkan untuk hari esok. Inilah muhasabah, yaitu menghitung diri sebelum dihitung. Sudahkah sholat kita terjaga? Sudahkah lisan dan tulisan kita bersih dari dusta dan ghibah? Sudahkah hak orang lain kita tunaikan?

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan panduan singkat yang mencakup semuanya.

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

(HR. Tirmidzi, nomor 1987)

Dari hadits ini kita mendapat tiga langkah memperbaiki diri.

Pertama, bertakwa di mana pun berada, yaitu di masjid maupun di rumah, di keramaian maupun saat sendirian, di dunia nyata maupun di dunia maya.

Kedua, jangan menunda taubat. Kita semua pernah salah. Yang penting, setiap kali berbuat salah, segera iringi dengan kebaikan, yaitu istighfar, sholat sunnah, sedekah, atau meminta maaf kepada orang yang kita sakiti.

Ketiga, perbaiki akhlak kepada sesama. Takwa yang benar akan tampak pada sikap kita kepada orang tua, pasangan, anak, tetangga, dan siapa saja yang berinteraksi dengan kita.

Maka marilah kita mulai dari yang paling dekat. Jaga sholat lima waktu. Jaga lisan dari yang menyakiti. Jaga penghasilan dari yang haram. Jaga hati dari iri dan dengki. Dan jaga diri dari menunda taubat.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang terus memperbaiki diri hingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan diridai.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

يَا عِبَادَ اللَّهِ، اعْلَمُوا أَنَّ التَّقْوَىٰ خَيْرُ زَادٍ، وَأَنَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا، فَحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ، وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا، وَأَحْسِنُوا أَخْلَاقَكُمْ، وَاعْمَلُوا لِيَوْمٍ تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَىٰ وَالتُّقَىٰ وَالْعَفَافَ وَالْغِنَىٰ.

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَأَهْلَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Sumber ayat: QS. Al-Baqarah ayat 197, QS. Al-Hujurat ayat 13, QS. At-Talaq ayat 2 sampai 3, QS. Al-Hasyr ayat 18, QS. Ali Imran ayat 102, dan QS. Al-Ahzab ayat 56.
Sumber hadits: HR. Tirmidzi nomor 1987 (juga Arba'in An-Nawawi nomor 18).

Demikian teks khutbah Jumat tentang takwa sebagai bekal utama dalam kehidupan. Semoga bermanfaat. Silakan unduh PDF-nya melalui tombol di bawah ini.

DOWNLOAD PDF KHUTBAH TAKWA

Bagikan khutbah ini
← Khutbah Sebelumnya Khutbah Berikutnya →