Khutbah Jumat tentang kematian ini mengingatkan bahwa kematian pasti datang kepada setiap makhluk yang bernyawa, dan tidak ada yang tahu kapan waktunya. Karena itu kita perlu menyiapkan bekal sejak sekarang.
Teks khutbah ini membahas anjuran mengingat kematian, bahaya menunda amal, tiga amal yang pahalanya terus mengalir, dan langkah nyata menyiapkan akhirat, lengkap dengan dalil Al-Qur'an dan hadits beserta terjemahnya. Cocok dibaca khotib dengan durasi sekitar 8 sampai 9 menit, dan tersedia dalam bentuk PDF.
Isi khutbah ini
- Kematian pasti datang kepada setiap yang bernyawa
- Anjuran mengingat kematian
- Bahaya menunda taubat dan amal
- Tiga amal yang pahalanya terus mengalir
- Langkah nyata menyiapkan bekal akhirat
- Akhir yang baik dan larangan mengharapkan kematian
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَتَبَ الْمَوْتَ عَلَى كُلِّ حَيٍّ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Jamaah sekalian, hampir setiap pekan kita mendengar kabar duka. Ada yang sudah lanjut usia. Ada yang masih muda. Ada yang sakit cukup lama. Ada pula yang wafat secara tiba-tiba, padahal sehari sebelumnya masih bekerja dan bercanda bersama keluarga.
Setiap kali mendengar kabar seperti itu, ada satu pertanyaan yang seharusnya muncul dalam hati kita. Kapan ajal kita datang, dan apa yang sudah kita siapkan?
Karena itu, khutbah hari ini membahas kematian dan persiapan menuju akhirat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.”
(QS. Ali Imran ayat 185)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ayat ini menegaskan bahwa kematian pasti datang kepada setiap makhluk yang bernyawa. Tidak ada yang bisa menghindar, baik orang kaya maupun orang miskin, baik pejabat maupun rakyat biasa. Dan tidak ada seorang pun yang tahu kapan dan di mana ia akan wafat.
Karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan kita untuk sering mengingat kematian. Beliau bersabda.
“Perbanyaklah mengingat yang memutus semua kenikmatan dunia, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi, nomor 2307)
Mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut dan putus asa. Mengingat kematian membuat kita sadar bahwa waktu kita terbatas. Kita menjadi lebih bersemangat beramal, lebih mudah meninggalkan dosa, dan tidak berlebihan dalam mengejar dunia.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Yang paling berbahaya adalah menunda. Kita sering berkata, nanti saja kalau sudah tua. Nanti saja kalau usaha sudah mapan. Nanti saja kalau urusan sudah selesai. Padahal kita tidak pernah dijanjikan umur sampai esok hari. Allah berfirman.
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, lalu dia berkata, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, agar aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang sholeh?’ Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang.”
(QS. Al-Munafiqun ayat 10 sampai 11)
Perhatikan, orang yang sudah wafat ingin kembali untuk bersedekah dan berbuat baik, tetapi kesempatan itu sudah tidak ada lagi. Maka kesempatan yang kita miliki sekarang jangan kita sia-siakan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Lalu apa saja yang akan menemani kita setelah wafat? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim, nomor 1631)
Hadits ini menunjukkan bahwa ada amal yang pahalanya terus mengalir. Sedekah jariyah, misalnya membangun atau membantu pembangunan masjid, sumur, dan sekolah. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain. Dan anak sholeh, yaitu anak yang kita didik dengan baik sehingga ia mendoakan kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Sekarang kita bicara tentang persiapan yang nyata.
Pertama, bertaubatlah hari ini. Jangan menunggu sampai merasa cukup tua atau sakit. Taubat yang paling baik adalah taubat yang dilakukan selagi kita sehat.
Kedua, jaga sholat tepat waktu. Sholat adalah amal pertama yang akan ditanyakan kepada kita.
Ketiga, selesaikan hak orang lain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa jiwa seorang mukmin tertahan oleh utangnya sampai utang itu dilunasi. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Maka lunasi utang kita, kembalikan barang yang bukan milik kita, dan minta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti. Dan bagi yang memiliki utang atau titipan, catat dan beri tahu keluarga supaya bisa diselesaikan kalau kita wafat lebih dahulu.
Keempat, perbanyak sedekah, dan ajarkan ilmu yang kita punya. Sekecil apa pun, itu bisa menjadi amal yang terus mengalir.
Kelima, didik anak-anak kita agar mengenal Allah, dan jaga hubungan baik dengan orang tua dan keluarga.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengingatkan bahwa amal itu dinilai dari akhirnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Karena itu kita berdoa agar Allah memberi kita akhir yang baik, atau husnul khatimah. Akhir yang baik biasanya mengikuti kebiasaan kita sepanjang hidup. Maka mulai sekarang, biasakan diri dengan sholat, istighfar, dan perbuatan baik.
Ada satu hal lagi yang perlu kita ingat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kita mengharapkan kematian karena kesulitan yang menimpa. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hidup yang Allah berikan adalah kesempatan untuk beramal dan bertaubat. Kalau ada di antara kita yang sedang menjalani hidup yang berat, ceritakanlah kepada keluarga atau orang yang dipercaya, dan mintalah bantuan. Allah tidak menciptakan kesulitan tanpa jalan keluar.
Semoga Allah menjadikan sisa umur kita sebagai waktu untuk beramal, memberi kita akhir yang baik, dan mempertemukan kita dengan-Nya dalam keadaan Dia ridha kepada kita.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا عِبَادَ اللَّهِ، أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ، وَبَادِرُوا بِالتَّوْبَةِ وَالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَ أَجَلُكُمْ، وَأَدُّوا الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا، وَاعْلَمُوا أَنَّ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابًا.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ.
اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَارْحَمْهُمْ، وَنَوِّرْ لَهُمْ فِي قُبُورِهِمْ، وَاجْعَلْهَا رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَأَهْلَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Sumber ayat: QS. Ali Imran ayat 102, 185, dan 193, QS. Al-Munafiqun ayat 10 sampai 11, dan QS. Al-Ahzab ayat 56.
Sumber hadits: HR. Tirmidzi nomor 2307, Muslim nomor 1631, Tirmidzi nomor 1078, Bukhari nomor 6493, serta Bukhari nomor 5671 dan Muslim nomor 2680.
Demikian teks khutbah Jumat tentang kematian dan bekal sebelum menghadap Allah. Semoga bermanfaat. Silakan unduh PDF-nya melalui tombol di bawah ini.
DOWNLOAD PDF KHUTBAH KEMATIAN