Khutbah Jumat tentang sabar menghadapi ujian kehidupan ini membahas cara bersikap ketika masalah datang. Setiap orang pasti diuji, dan Allah menjanjikan kabar gembira serta pahala besar bagi orang yang sabar.
Teks khutbah ini berisi makna sabar dan tawakal, dalil Al-Qur'an dan hadits beserta terjemahnya, serta langkah nyata menghadapi masalah. Cocok dibaca khotib dengan durasi sekitar 8 sampai 9 menit, dan tersedia dalam bentuk PDF.
Isi khutbah ini
- Setiap manusia pasti diuji dalam kehidupan
- Allah tidak menguji di luar kemampuan hamba-Nya
- Arti sabar dan macam-macamnya
- Sabar dan sholat sebagai penolong
- Tawakal setelah berusaha
- Orang beriman selalu dalam kebaikan
- Langkah nyata menghadapi masalah hidup
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي يَبْتَلِي عِبَادَهُ بِمَا شَاءَ، وَيُثِيبُ الصَّابِرِينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Jamaah sekalian, tidak ada satu pun dari kita yang hidup tanpa masalah. Ada yang diuji dengan sakit. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi atau kehilangan pekerjaan. Ada yang diuji dengan masalah di dalam keluarga. Ada pula yang diuji dengan kehilangan orang yang dicintai.
Karena itu, khutbah hari ini membahas tentang sabar dalam menghadapi ujian kehidupan, yaitu bagaimana sikap kita ketika masalah datang.
Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah memberi tahu kita bahwa ujian itu pasti ada. Allah berfirman.
“Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”
(QS. Al-Baqarah ayat 155 sampai 156)
Perhatikan, ayat ini dimulai dengan kata “sungguh”. Artinya ujian itu pasti terjadi, dan tidak ada yang bisa menghindarinya. Tetapi Allah juga memberi kabar gembira kepada orang yang sabar.
Kalimat innalillahi wa inna ilaihi raji'un mengingatkan kita bahwa semua yang kita miliki, yaitu harta, kesehatan, dan keluarga, adalah titipan Allah. Kalau Allah mengambilnya, kita ingat bahwa semua itu memang milik-Nya.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ada satu hal yang perlu kita yakini. Allah tidak pernah menguji hamba-Nya di luar kemampuannya. Allah berfirman.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.”
(QS. Al-Baqarah ayat 286)
Jadi kalau hari ini kita diberi ujian yang terasa berat, itu artinya kita mampu menghadapinya. Mungkin kita merasa tidak sanggup, tetapi Allah lebih tahu kemampuan kita daripada diri kita sendiri.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Lalu apa sebenarnya sabar itu? Para ulama menjelaskan bahwa sabar ada tiga macam. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan, misalnya sabar menjaga sholat dan puasa. Kedua, sabar dalam menjauhi maksiat. Dan ketiga, sabar dalam menghadapi musibah.
Sabar bukan berarti pasrah tanpa berbuat apa-apa. Sabar juga bukan berarti kita tidak boleh sedih. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menangis ketika putra beliau, Ibrahim, wafat. Beliau bersabda bahwa mata boleh meneteskan air mata dan hati boleh bersedih, tetapi kita tidak mengucapkan kecuali yang diridai Allah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Yang dilarang adalah mengeluh berlebihan, marah kepada takdir Allah, dan mengucapkan kata-kata yang tidak baik.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda bahwa sabar yang sebenarnya adalah pada saat pertama kali musibah datang. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Artinya, ketika kabar buruk pertama kali kita terima, di situlah sikap kita diuji. Kalau saat itu kita bisa menahan diri dan mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji'un, itulah sabar.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Lalu apa yang harus kita lakukan saat menghadapi masalah? Allah memberi petunjuk.
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah ayat 153)
Allah menyuruh kita mencari pertolongan dengan dua hal, yaitu sabar dan sholat. Maka ketika masalah datang, jangan tinggalkan sholat. Justru di saat itulah kita paling membutuhkannya. Dalam sholat, kita bisa mengadu kepada Allah, memohon petunjuk, dan menenangkan hati.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Selain sabar, kita juga perlu tawakal. Tawakal artinya menyerahkan hasil kepada Allah, setelah kita berusaha sebaik-baiknya.
Tawakal bukan berarti duduk diam. Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, apakah untanya diikat dulu lalu ia bertawakal, atau dilepas saja lalu bertawakal. Beliau menjawab, ikatlah dulu untamu, kemudian bertawakallah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Pelajarannya jelas. Berusahalah semaksimal mungkin, baru serahkan hasilnya kepada Allah.
Allah berfirman.
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah-lah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”
(QS. At-Talaq ayat 3)
Orang yang bertawakal akan lebih tenang. Ia sudah berusaha, dan ia yakin Allah akan mengatur yang terbaik. Ia tidak mudah panik dan tidak mudah putus asa.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Semua urusannya baik baginya, dan itu tidak dimiliki siapa pun kecuali orang mukmin. Kalau ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Kalau ia tertimpa kesulitan, ia bersabar, dan itu juga baik baginya.”
(HR. Muslim, nomor 2999)
Hadits ini mengajarkan bahwa orang beriman selalu berada dalam kebaikan. Dan Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang sabar. Dalam surat Az-Zumar ayat 10, Allah berfirman bahwa hanya orang-orang yang bersabar yang akan disempurnakan pahalanya tanpa batas.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Lalu apa langkah nyata ketika masalah datang?
Pertama, ucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji'un, dan tenangkan diri.
Kedua, perbanyak sholat, doa, dan istighfar.
Ketiga, cari jalan keluar dengan berpikir jernih. Mintalah pendapat dan bantuan dari keluarga, sahabat, atau orang yang ahli di bidangnya.
Keempat, jangan putus asa dan jangan mengambil jalan yang haram, seperti berutang dengan riba, berbohong, atau menyakiti orang lain demi keluar dari masalah.
Kelima, tetap bersyukur atas nikmat yang masih kita miliki.
Dan keenam, yakinlah bahwa setiap kesulitan ada akhirnya. Allah berfirman dalam surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang menghadapi ujian yang berat. Semoga Allah memberikan jalan keluar dan kemudahan bagi kita semua.
Semoga Allah memberi kita kesabaran, menguatkan kita dalam menghadapi setiap ujian, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dan bertawakal.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.
يَا عِبَادَ اللَّهِ، اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، وَتَوَكَّلُوا عَلَى اللَّهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ.
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ.
اللَّهُمَّ أْجُرْنَا فِي مَصَائِبِنَا وَأَخْلِفْ لَنَا خَيْرًا مِنْهَا.
اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَفَرِّجْ كُرُبَاتِنَا، وَيَسِّرْ أُمُورَنَا.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَأَهْلَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Sumber ayat: QS. Al-Baqarah ayat 153, 155 sampai 156, dan 286, QS. At-Talaq ayat 3, QS. Az-Zumar ayat 10, QS. Al-Insyirah ayat 5 dan 6, QS. Ali Imran ayat 173 dan 200, QS. Al-A'raf ayat 126, dan QS. Al-Ahzab ayat 56.
Sumber hadits: HR. Muslim nomor 2999 dan 918, Bukhari nomor 1283 dan Muslim nomor 926, Bukhari nomor 1303 dan Muslim nomor 2315, serta HR. Tirmidzi nomor 2517.
Demikian teks khutbah Jumat tentang sabar menghadapi ujian kehidupan. Semoga bermanfaat. Silakan unduh PDF-nya melalui tombol di bawah ini.
DOWNLOAD PDF KHUTBAH SABAR